BERISIK RADIO | Indie School Radio

Switch to desktop

TANDA MATA - Jakarta Merchandise Project

Ruang Rupa helat Tanda Mata Ruang Rupa helat Tanda Mata

RURU Gallery membuka program pameran pertama di 2012 dengan mengundang para seniman muda yang telah secara intens membuat produk seni yang disebut sebagai “merchandise”. “Merchandise” menjadi medium yang dipilih oleh para seniman ini sebagai bentuk dari distribusi karya seni yang dihasilkan mereka. Produk seni yang dibuat secara terbatas ini dengan luwes bisa menyebar ke publik di berbagai ruang. Dari pameran di ruang galeri sampai ngelapak di acara bazaar, dari display di website sampai terpajang manis di rak toko.

Karya dengan medium “merchandise” yang ada dalam pameran ini dapat dilihat sebagai sebuah medium yang dipilih secara sadar oleh seniman sebagai bagian dari pola kerja seniman dalam membuat karya dan sebagai suatu strategi visual untuk menyebarkan gagasan-gagasannya melalui produk seni. Sebagai sebuah medium yang punya sifatnya tersendiri, merchandise adalah produk yang diperdagangkan karena sudah adanya label tertentu yang dimiliki si pembuatnya. Pelabelan atau bisa disebut juga sebagai “merk dagang” tertentu telah melekat pada produk karena adanya gagasan atau konsep artistik yang dibawa oleh si pembuat.

Pembukaan pameran ini sendiri berlangsung meriah pada hari Kamis, 29 Maret 2012, dengan konsep MC berbeda yang berada dalam booth Radio Ruru, menjadikan acara ini beraroma Radio Show.  Stars and Rabbit menjadi salah satu penampil yang banyak diminati pengunjung pameran. Walaupun tampil minimalis dengan konsep akustik, mereka mampu tetap atraktif dengan membawakan nomor-nomor andalan seperti Worth It, Man Upon The Hill dan Rabbit Run. Sambutan riuh penonton sekali lagi membuktikan kualitas band ini. Disusul oleh penampilan Tivi Out, band rock yang tampaknya juga banyak memiliki penggemar. Pameran sendiri berlangsung mulai 30 Maret sampai dengan 14 April 2012 di Ruru Galery, Jl. Tebet Dalam Raya No. 6, Jakarta.

Dalam pameran ini bisa dilihat bagaimana masing-masing seniman memiliki gagasan artistiknya sendiri yang pada akhirnya melekat jadi “merk dagang” yang khas. Gardu House membawa gagasan dan spirit aktivisme street art dalam produk-produknya. Jah Ipul lewat selera humor yang brutal membawa pesan-pesan sinis soal kota dalam produk seni cetaknya. Komunitas Pecinta Kertas melakukan eksplorasi teknis terhadap medium kertas dengan semangat recycle, seperti semangat yang sama dibawa oleh kelompok Recycle Experience dengan medium yang lebih beragam. P.A.L.U. mengangkat isu-isu sosial politik lewat seni propaganda yang diaplikasikan pada produk-produknya. Ika Vantiani membawa gagasan D.I.Y. dalam membuat karya-karya handmade dengan tehnik kolase dan ide daur-ulang yang cerdas. Dengan gaya yang lebih trendy, Kamengski mengutamakan bermain-main dengan unsur artistik packaging lewat eksplorasi nakal disiplin desain grafis. Sementara sebaliknya Cuba Tees memproduksi t-shirt yang mengandalkan gagasan salin tempel untuk membalikan nilai apa yang trendy menjadi “bodoh” lewat selera humor yang “avant garde”.

Pada program pameran berjudul “Tanda Mata”ini, RURU Gallery mengundang Popo, seorang seniman muda yang selama ini dikenal aktif di dunia street art dan juga pengajar mata kuliah komunikasi visual, untuk menjadi kurator dari pameran ini. Popo sebagai kurator bekerjasama dengan kordinator program pameran RURU Gallery, M. Sigit Budi Santoso memilih seniman yang diundang dan mempersiapkan pameran ini bersama para seniman selama satu bulan.

Mahdesi Iskandar

Music director; berisikradio.com
Manajemen Rumah Kita @justblackstar, @plug2play, @somethingel, @britPostBlue, @FOH_Madness Liverpudlian Konser KoinFollow Mahdesi on TwitterAdd Friend Mahsedi Iskandar on Facebook