Pembukaan pameran ini sendiri berlangsung meriah pada hari Kamis, 29 Maret 2012, dengan konsep MC berbeda yang berada dalam booth Radio Ruru, menjadikan acara ini beraroma Radio Show. Stars and Rabbit menjadi salah satu penampil yang banyak diminati pengunjung pameran. Walaupun tampil minimalis dengan konsep akustik, mereka mampu tetap atraktif dengan membawakan nomor-nomor andalan seperti Worth It, Man Upon The Hill dan Rabbit Run. Sambutan riuh penonton sekali lagi membuktikan kualitas band ini. Disusul oleh penampilan Tivi Out, band rock yang tampaknya juga banyak memiliki penggemar. Pameran sendiri berlangsung mulai 30 Maret sampai dengan 14 April 2012 di Ruru Galery, Jl. Tebet Dalam Raya No. 6, Jakarta.
Dalam pameran ini bisa dilihat bagaimana masing-masing seniman memiliki gagasan artistiknya sendiri yang pada akhirnya melekat jadi “merk dagang” yang khas. Gardu House membawa gagasan dan spirit aktivisme street art dalam produk-produknya. Jah Ipul lewat selera humor yang brutal membawa pesan-pesan sinis soal kota dalam produk seni cetaknya. Komunitas Pecinta Kertas melakukan eksplorasi teknis terhadap medium kertas dengan semangat recycle, seperti semangat yang sama dibawa oleh kelompok Recycle Experience dengan medium yang lebih beragam. P.A.L.U. mengangkat isu-isu sosial politik lewat seni propaganda yang diaplikasikan pada produk-produknya. Ika Vantiani membawa gagasan D.I.Y. dalam membuat karya-karya handmade dengan tehnik kolase dan ide daur-ulang yang cerdas. Dengan gaya yang lebih trendy, Kamengski mengutamakan bermain-main dengan unsur artistik packaging lewat eksplorasi nakal disiplin desain grafis. Sementara sebaliknya Cuba Tees memproduksi t-shirt yang mengandalkan gagasan salin tempel untuk membalikan nilai apa yang trendy menjadi “bodoh” lewat selera humor yang “avant garde”.
Pada program pameran berjudul “Tanda Mata”ini, RURU Gallery mengundang Popo, seorang seniman muda yang selama ini dikenal aktif di dunia street art dan juga pengajar mata kuliah komunikasi visual, untuk menjadi kurator dari pameran ini. Popo sebagai kurator bekerjasama dengan kordinator program pameran RURU Gallery, M. Sigit Budi Santoso memilih seniman yang diundang dan mempersiapkan pameran ini bersama para seniman selama satu bulan.

